Posts

Showing posts from January, 2022

Simbol dalam Kehidupan Sehari-hari

Image
Pernahkah merasa tidak nyaman berkomunikasi dalam suatu kelompok orang tertentu? Pernahkah enggan ke restoran mewah yang menyajikan makanan asing karena tidak tahu cara memesan makanan di restoran tersebut meskipun uangmu cukup atau bahkan lebih untuk makan disana?   Atau pernahkah melihat orang-orang pamer iphone di internet yang dengan bangganya memperlihatkan gambar apel pada hpnya dan tak jarang juga menempatkan posisi mereka lebih atas dengan pengguna hp dengan sistem android? Semua fenomena tersebut sangat lekat sekali dengan simbol. Simbol adalah   tanda yang dikaitkan pada sesuatu yang berisi gagasan atau objek. Tanda pada simbol, bisa berupa apa pun, contohnya gambar yang melekat pada sesuatu. Misalnya simbol ini. Simbol tersebut tidak akan bermakna apa-apa, jika sebagaimana hanya dilihat apa adanya. Gambar tersebut merupakan persegi panjang yang bewarna putih dan warna dasarnya merah. Namun, simbol tersebut akan...

Sunda Empire Berdasarkan Episteme Foucault

Image
  Kenapa kita sulit menerima wacana Sunda Empire? Saya akan coba bahas fenomena ini dari teori relasi kuasa atau bisa juga disebut episteme. Pemikiran tentang episteme ini penggagasnya Michel Foucault , yaitu salah satu pemikir posmodern. Mungkin kalo yang belum tau apa itu posmodern atau posmo, jadi singkatnya dari segi waktu, posmo itu adalah masa sesudah modern. Posmo juga sering disebut era dimana hilangnya subjek dan kesadaran. Nah, mungkin ini yang akan dibahas. Kita tidak menerima atau sulit menerima wacana Sunda Empire, selain karena temuan-temuan sejarah yang ada, Itu juga karena keterbatasan episteme kita atau pikiran kita untuk menerimanya. Kita dari kecil diajarkan bahwa kerajaan itu Majapahit, Pajajaran, Kutai, Sriwijaya, dan lain sebagainya. Ga ada yang namanya Sunda Empire. Episteme adalah bentuk pengetahuan yang telah dimantapkan sebagai pemaknaan terhadap situasi tertentu pada suatu zaman tertentu. Jadi, tiap zaman/rezim punya kebenarannya masing-masing. Misa...

Kematian Menurut Ideologi Sains Modern dan Menurut Pemikiran Eksistensialisme Heidegger

Image
  Sumber: Net 12 Sekilas saat melihat gambar diatas, kita mungkin akan senyum-senyum tipis atau mungkin tertawa karena merasa aneh bahwa ada orang yang menginginkan kematian. Perasaan aneh ini kemungkinan disebabkan oleh ideologi sains modern yang sudah tak asing lagi bagi kita. Ideologi sains modern menganggap kematian seolah-olah merupakan ketidaksempurnaan dan kenihilan hidup manusia. Maka dari itu, muncullah argumen transhumanisme seperti "suatu saat kesadaran manusia akan dipindahkan ke mesin.", sebisa mungkin teknologi bisa memanjangkan umur manusia atau mencegah kematian, dan lain sebagainya. “Kalo manusia mati, ya udah kosong aja”, mungkin itu yang disuarakan oleh ideologi sains modern tentang kematian jika diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari. Padahal, belum tentu juga orang-orang pengen hidup lama. Kalo manusia hidup abadi, paling manusia mati karena saling bunuh atau bundir. Hal tersebut, sangat bert...

Etika Deontologi atau Etika Kantian

Image
Fenomena pada gambar dibawah ini, tindakan dan kata-kata "cuma satu doang kok!" kalo menurut etika Kantian atau etika deontologi adalah sesuatu yang buruk. Di etika deontogi, ada yang namanya prinsip imperatif kategoris, yaitu suatu kewajiban yang mengikat tiap mahkluk rasional agar mencapai tujuan yang bermoral. Contohnya, ngerjain tugas kuliah dari dosen. Kita ngerjain tugas, emang itu kewajiban kita, bukan karena biar dapet nilai doang. Dari contoh tersebut, kalo kita ngerjain tugas cuma biar aman dan dapet nilai doang, jadinya ada tujuan tertentu dalam tindakan tersebut (ada syaratnya untuk mencapai tujuan tertentu). Hal tersebut ga bener kalo kata Kant. Kalo suatu tindakan ada tujuan tertentu, namanya imperatif hipotesis. Nah, prinsip imperatif kategoris ini salah satunya mengatakan, bertindaklah sedemikian rupa sehingga apa yang dilakukan itu berlaku umum. Dari gambar di atas, kalo saya bilang "ah cuma sekali doang". Bayangin, gimana jadinya, kalo semua ...