Sunda Empire Berdasarkan Episteme Foucault

 


Kenapa kita sulit menerima wacana Sunda Empire? Saya akan coba bahas fenomena ini dari teori relasi kuasa atau bisa juga disebut episteme. Pemikiran tentang episteme ini penggagasnya Michel Foucault, yaitu salah satu pemikir posmodern. Mungkin kalo yang belum tau apa itu posmodern atau posmo, jadi singkatnya dari segi waktu, posmo itu adalah masa sesudah modern. Posmo juga sering disebut era dimana hilangnya subjek dan kesadaran. Nah, mungkin ini yang akan dibahas.

Kita tidak menerima atau sulit menerima wacana Sunda Empire, selain karena temuan-temuan sejarah yang ada, Itu juga karena keterbatasan episteme kita atau pikiran kita untuk menerimanya. Kita dari kecil diajarkan bahwa kerajaan itu Majapahit, Pajajaran, Kutai, Sriwijaya, dan lain sebagainya. Ga ada yang namanya Sunda Empire.

Episteme adalah bentuk pengetahuan yang telah dimantapkan sebagai pemaknaan terhadap situasi tertentu pada suatu zaman tertentu. Jadi, tiap zaman/rezim punya kebenarannya masing-masing. Misalnya, hubungan sesama jenis. Hubungan sesama jenis dianggap wajar-wajar saja pada zaman yunani kuno. Namun, ketika zaman berganti, yang berkuasa juga berganti, hubungan sesama jenis jadi ditentang.

Balik lagi ke wacana Sunda Empire, Kita sulit menerima sesuatu hal yang berbeda, karena kita diajarkan dari kecil sejarah bahwa sejarah tuh “gini, gini, dan gini”. Kita jadinya aneh atau bahkan menolak wacana yang tidak sesuai dengan yang diajarkan.

Jadi, apa yang diajarkan dan ditanamkan pada kita dari kecil, sosialisasinya sangat halus sampai-sampai kita tidak menyadari sosialisasi tersebut. Maka dari itu, salah satu akibatnya kita sulit atau bahkan menolak mentah-mentah wacana Sunda Empire. Jadi seolah-olah kesadaran kita hilang karena kita tidak menyadarinya. Itu yang dimaksud dengan posmo juga sering disebut era dimana hilangnya subjek dan kesadaran.

Ok, mungkin itu aja tentang episteme. Mohon maklum jika ada kesalahan informasi. Saya baru belajar tentang posmo. Tapi kalimat tadi kaya pembenaran ya, hahahaha. Percayalah, niat saya tidak seperti itu. Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Simbol dalam Kehidupan Sehari-hari