Sunda Empire Berdasarkan Episteme Foucault
Kita tidak menerima atau
sulit menerima wacana Sunda Empire, selain karena temuan-temuan sejarah yang
ada, Itu juga karena keterbatasan episteme kita atau pikiran kita untuk
menerimanya. Kita dari kecil diajarkan bahwa kerajaan itu Majapahit, Pajajaran,
Kutai, Sriwijaya, dan lain sebagainya. Ga ada yang namanya Sunda Empire.
Episteme adalah bentuk
pengetahuan yang telah dimantapkan sebagai pemaknaan terhadap situasi tertentu
pada suatu zaman tertentu. Jadi, tiap zaman/rezim punya kebenarannya
masing-masing. Misalnya, hubungan sesama jenis. Hubungan sesama jenis dianggap
wajar-wajar saja pada zaman yunani kuno. Namun, ketika zaman berganti, yang
berkuasa juga berganti, hubungan sesama jenis jadi ditentang.
Balik lagi ke wacana
Sunda Empire, Kita sulit menerima sesuatu hal yang berbeda, karena kita diajarkan
dari kecil sejarah bahwa sejarah tuh “gini, gini, dan gini”. Kita jadinya aneh
atau bahkan menolak wacana yang tidak sesuai dengan yang diajarkan.
Jadi, apa yang diajarkan
dan ditanamkan pada kita dari kecil, sosialisasinya sangat halus sampai-sampai
kita tidak menyadari sosialisasi tersebut. Maka dari itu, salah satu akibatnya
kita sulit atau bahkan menolak mentah-mentah wacana Sunda Empire. Jadi seolah-olah
kesadaran kita hilang karena kita tidak menyadarinya. Itu yang dimaksud dengan
posmo juga sering disebut era dimana hilangnya subjek dan kesadaran.
Ok, mungkin itu aja
tentang episteme. Mohon maklum jika ada kesalahan informasi. Saya baru belajar
tentang posmo. Tapi kalimat tadi kaya pembenaran ya, hahahaha. Percayalah, niat
saya tidak seperti itu. Terima kasih.
Comments
Post a Comment