Etika Deontologi atau Etika Kantian
Fenomena pada gambar dibawah ini, tindakan dan kata-kata "cuma satu doang kok!" kalo menurut etika Kantian atau etika deontologi adalah sesuatu yang buruk.
Di
etika deontogi, ada yang namanya prinsip imperatif kategoris, yaitu suatu
kewajiban yang mengikat tiap mahkluk rasional agar mencapai tujuan yang
bermoral. Contohnya, ngerjain tugas kuliah dari dosen. Kita ngerjain tugas,
emang itu kewajiban kita, bukan karena biar dapet nilai doang. Dari contoh tersebut,
kalo kita ngerjain tugas cuma biar aman dan dapet nilai doang, jadinya ada
tujuan tertentu dalam tindakan tersebut (ada syaratnya untuk mencapai tujuan
tertentu). Hal tersebut ga bener kalo kata Kant. Kalo suatu tindakan ada tujuan
tertentu, namanya imperatif hipotesis.
Nah,
prinsip imperatif kategoris ini salah satunya mengatakan, bertindaklah
sedemikian rupa sehingga apa yang dilakukan itu berlaku umum. Dari gambar di
atas, kalo saya bilang "ah cuma sekali doang". Bayangin, gimana jadinya,
kalo semua orang melakukan hal seperti itu. Kacau kan? Kalo kaya gitu, jadi
numpuklah sampahnya.
Mungkin
begitu kira-kira tentang etika deontologi. Etika ini, mau nunjukin kalo
tindakan moral itu bisa dijelaskan secara rasional (ga pake perasaan kalo kita
bertindak) dan berlaku universal. Jadi ga ada istilah "dikembalikan lagi
pada diri masing-masing".
Namun,
etika ini kaku (jangan nyontek, jangan buang sampah sembarangan, jangan nyuri,
dll.). Jadi cuma ngasih batas dan ga bisa ngarahin. Pada contoh konkretnya juga
sulit dilakukan. Seringkali ada perasaan atau tujuan tertentu kalo kita
bertindak sesuatu. Mungkin biar ada gambaran tentang etika ini, contohnya
Batman. Dia saat beraksi ga mau bunuh orang. Bahkan, Joker juga tidak ia bunuh
walaupun menyebabkan kekacauan berkali-kali.
Comments
Post a Comment